Kamis, 05 November 2026

Seni Menghargai Diri Sendiri

Sejak kecil, kita diajarkan untuk menjadi orang baik, menghargai orang lain, memahami perasaan mereka, dan tidak mengecewakan siapa pun. Namun, tidak banyak yang mengajarkan bahwa menjadi orang baik juga membutuhkan batasan..

Tanpa sadar, kita menganggap menolak berarti egois dan mengatakan tidak berarti menyakiti. Akhirnya, kita terlalu sibuk menjaga perasaan orang lain hingga lupa bahwa perasaan kita sendiri juga perlu dijaga..

Kita sering mengira bahwa dengan menunjukkan kepedulian, orang lain akan melakukan hal yang sama. Namun, kenyataan mengajarkan bahwa tidak semua orang memiliki kapasitas hati yang sama untuk menghargai sebuah ketulusan..

Padahal, menetapkan batas bukan berarti berhenti menjadi orang baik. Kita hanya perlu memahami bahwa tidak semua hal harus diterima dan tidak semua permintaan harus dipenuhi..

Sebab, menghargai orang lain tidak seharusnya membuat kita kehilangan rasa hormat terhadap diri sendiri..

Pada akhirnya, kita boleh peduli tanpa harus selalu mengalah, menyayangi tanpa harus selalu berkorban, dan mengatakan tidak tanpa harus merasa bersalah..

Karena menjaga diri sendiri bukan berarti berhenti menjadi orang baik. Kita hanya sedang belajar bahwa diri kita juga layak mendapatkan kebaikan yang selama ini kita berikan kepada orang lain..

In Another Life

Kadang, ada sesuatu yang menyedihkan dari kalimat “in another life.” Tentang membayangkan bagaimana jadinya hidup kita kalau dulu mengambil keputusan yang berbeda, memilih jalan lain, atau berani mencoba sesuatu yang akhirnya kita lewatkan..

Kita tidak pernah tahu apakah hidup akan lebih baik jika semuanya berbeda. Sebab, waktu tidak bisa diputar kembali. Ada pilihan yang sudah terlanjur kita ambil, kesempatan yang tidak datang dua kali, dan mimpi yang mungkin harus kita relakan..

Mungkin, “in another life” adalah cara kita berdamai dengan semua kemungkinan yang tidak pernah terjadi. Dengan menerima bahwa tidak semua hal berjalan sesuai keinginan, dan tidak semua jalan membawa kita ke tempat yang kita harapkan..

Karena pada akhirnya, kita hanya punya satu kehidupan untuk dijalani. Dan sesedih itu rasanya menyadari bahwa mungkin ada kehidupan lain yang lebih kita inginkan, tetapi kita tidak akan pernah tahu, sebab kita hanya bisa menjalani satu dan bertanya-tanya tentang sisanya..

Menjadi Baik Atau Buruk Itu Adalah Pilihan Setiap Orang

Kita semua punya halaman sebelumnya. Ada cerita yang mungkin ingin kita ulang, ada keputusan yang mungkin kita sesali, dan ada kesalahan yang tidak bisa kita hapus begitu saja.

Tapi hidup bukan tentang terus membaca halaman yang sama. Yang menentukan adalah bagaimana kita memilih melangkah ke halaman berikutnya.

Menjadi baik atau buruk adalah pilihan setiap orang. Kita mungkin tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi kita selalu punya kesempatan untuk memilih menjadi lebih baik hari ini.

Tak perlu sempurna. Tak perlu membuktikan apa-apa kepada siapa pun. Cukup terus belajar, terus memperbaiki diri, dan tetap memilih menjadi baik, meski tidak selalu dihargai.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa buruk halaman sebelumnya, tapi bagaimana kita menulis halaman berikutnya.

Rabu, 07 April 2021

Jembatan Nasional Suramadu

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya di timur Kamal), Indonesia.

Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia saat ini.


Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Selasa, 06 April 2021

Video Tutorial Towel Art

Towel Art adalah seni melipat handuk sebagai hiasan kedalam berbagai bentuk.


Cara membuat Towel Art: Swan Towel Folding


Cara membuat Towel Art: Balinese Towel Folding


Cara membuat Towel Art: Elephant Towel Folding

Rabu, 17 Maret 2021

Cara Melipat Handuk Menjadi Bentuk Angsa. (Towel Art - Swan Folding)


1. Bentangkan handuk secara mendatar.

Pastikan untuk membentangkan handuk dengan posisi melebar ke samping.

 

2. Lipatlah dua sudut atas handuk ke bawah dan menghadap ke dalam sehingga anda menemukan titik tengah diatas handuk.

 

3. Gulunglah kedua tepi luar handuk menuju bagian tengahnya.

Hasilnya akan terlihat seperti ujung anak panah.

 

4. Lipatlah gulungan tersebut membentuk huruf Z.

Pastikan kedua ujung bawah anak panah menjadi bagian bawah huruf Z, sedangkan ujung atasnya berada di puncak.

 

5. Aturlah Handuk yang telah berbentuk huruf Z tersebut, kemudian remaslah bagian sudutnya guna membentuk lengkungan.

Handuk akan tampak seperti angsa pada tahap ini.

 

6. ulangi langkah-langkah diatas guna membuat pasangan angsa dengan leher yang saling membentuk hati.

 

7. Tambahkan Sayap Angsa.

Bentangkan handuk tangan secara mendatar, Pastikan untuk membentangkan handuk tangan dengan posisi melebar ke samping.

Kemudian lipat dengan lipatan sederhana seperti “kipas kertas” lalu Letakan sayap pada bagian atas badan angsa

 

8. anda juga dapat menambahkan ekor angsa dengan lipatan sederhana seperti “kipas kertas” dengan Napkin.

Letakan ekor pada bagian belakang angsa.


Sabtu, 29 Agustus 2020

Takdir Adalah Hadiah, Maka Ikhlaslah.

 

 

Percayakah anda tentang takdir? Pernahkah anda mendengar sebuah kalimat “bahkan daun yang jatuh karena tertiup angin pun telah mendapati takdirnya sendiri”, begitu juga dengan aku dengan takdir ku, yang menurut sebagian besar orang adalah takdirku merupakan ketidak beruntunganku.

Setiap orang tidak bisa memilih takdirnya sendiri, bahkan takdir itu seperti begitu saja jatuh tepat dikepala seseorang yang berada dibawahnya tanpa seseorang itu dapat menghindar. Bahkan sebuah doa pun terasa tak berguna, harapanku kepada Tuhan ketika ku menutup mata disaat malam adalah dengan terbangun keesokan pagi sebagai seseorang yang baru adalah khayal belaka. Takdirku yang disetiap detiknya ada rasa bersalah dalam hidup tanpa aku bisa memperbaikinya, terasa terenyuh ketika menyadari ini adalah benar-benar  takdirku, maka ikhlaslah. Ini adalah aku dengan ketidak sempurnaanku, namun aku menyebutnya sebagai hadiah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...