Sejak kecil, kita diajarkan untuk menjadi orang baik, menghargai orang lain, memahami perasaan mereka, dan tidak mengecewakan siapa pun. Namun, tidak banyak yang mengajarkan bahwa menjadi orang baik juga membutuhkan batasan..
Tanpa sadar, kita menganggap menolak berarti egois dan mengatakan tidak berarti menyakiti. Akhirnya, kita terlalu sibuk menjaga perasaan orang lain hingga lupa bahwa perasaan kita sendiri juga perlu dijaga..
Kita sering mengira bahwa dengan menunjukkan kepedulian, orang lain akan melakukan hal yang sama. Namun, kenyataan mengajarkan bahwa tidak semua orang memiliki kapasitas hati yang sama untuk menghargai sebuah ketulusan..
Padahal, menetapkan batas bukan berarti berhenti menjadi orang baik. Kita hanya perlu memahami bahwa tidak semua hal harus diterima dan tidak semua permintaan harus dipenuhi..
Sebab, menghargai orang lain tidak seharusnya membuat kita kehilangan rasa hormat terhadap diri sendiri..
Pada akhirnya, kita boleh peduli tanpa harus selalu mengalah, menyayangi tanpa harus selalu berkorban, dan mengatakan tidak tanpa harus merasa bersalah..
Karena menjaga diri sendiri bukan berarti berhenti menjadi orang baik. Kita hanya sedang belajar bahwa diri kita juga layak mendapatkan kebaikan yang selama ini kita berikan kepada orang lain..